Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Apa itu Afirmasi?

Sakalangkong.com - Afirmasi.  Tulisan ini mengulang tulisan sebelumnya. Saya merasa perlu untuk mengulang, agar sahabat selalu ingat.

Afirmasi adalah pernyataan. 

Lalu setiap pernyataan memiliki konsekuensi hukum (di alam semesta). Sama seperti syahadat bagi kaum muslimin, ada konsekuensi hukum hingga akhirat.

Semua ucapan kita memang berdampak. Jangan katakan "cuma bercanda", karena kasus cerai pun akan sah saat suami mengucapkan kata-kata cerai kepada istrinya, sekalipun bercanda.

Jadi tidak ada bercanda atau main-main dengan ucapan, semua berdampak. Hanya saja, ada dampak yang kita sadari dan ada dampak yang tidak kita sadari.

Afirmasi adalah ucapan. Kita perlu belajar afirmasi alias belajar membuat pernyataan alias belajar mengucapkan karena ucapan itu direkam pikiran.

Rekaman ucapan yang berulang, membuat pikiran dominan diisi materi ucapan itu. Lalu ada hukum alam yang lain, yaitu "Allah sesuai dengan prasangka hambaNya" atau Allah sesuai pikiran hambaNya.

Saat seseorang mengatakan, "sekarang zaman susah" maka Allah mewujudkan kehidupan dia sesuai yang dia prasangkakan: susah.

Mudah sakit, uang sedikit, akses berobat sulit, hutang menghimpit. Semakin dia berucap "Gila, hidup gue susah banget!" Maka Allah kembali mewujudkannya.

Daripada membiarkan ucapan tidak tertata, padahal ucapan berdampak besar terhadap hidup, lebih baik belajar menata agar terprogram untuk perbaikan hidup.

Itulah belajar afirmasi.

Mungkin sahabat bertanya, "bagaimana mengatasi pikiran negatif yang sudah lama berada di pikiran?"

Jawabnya adalah, perbaiki pernyataan alias afirmasi.

Pikiran sebenarnya tak berdaya dengan input-input yang masuk. Dia tidak memilih informasi mana yang baik dan yang tidak baik. Dia hanya mengolah data yang masuk dan menjadi program pikiran.

Kalau seseorang terlalu sering menonton sinetron, mata menyaksikan, telinga mendengar, hati merasakan, maka semua panca indera itu menjadi saluran informasi yang masuk ke pikiran.

Jadi cara memperbaiki pikiran negatif adalah memperbaiki kualitas input yang masuk, diantaranya melalui ucapan atau pernyataan alias afirmasi.

Perhatikan pernyataan berikut ini:

Saya tidak mau hidup susah lagi karena sejak dulu sudah merasakan pahitnya hidup miskin. Miskin itu gak enak karena suka dihina, gak dianggap, serta dicemooh. Jadi saya gak mau miskin dan susah.

Lalu bandingkan dengan pernyataan berikut:

Saya memutuskan hidup berlimpah karena saya ingin membantu banyak orang yang hidupnya kurang beruntung. Saya ingin memberi arti pada kehidupan dengan berbagi kebahagiaan.

Manakah diantara dua pernyataan itu yang "memberdayakan" pikiran?

Kedua pernyataan diatas adalah "motivasi" untuk sukses. Tapi kalimat pertama banyak menggunakan kata-kata yang ingin kita hindari, sedangkan kalimat kedua menggunakan kata-kata yang kita inginkan.

Jadi biasakan menggunakan kata-kata yang kita inginkan alias kata yang memberdayakan alias kata-kata positif.

Kadang di medsos kita sering menulis status. Ingat, status pun berdampak terhadap kehidupan kita di masa depan. Bukankah tulisan status adalah pernyataan?

Pertanyaan saya, siap belajar menggunakan kalimat positif untuk memberdayakan pikiran? Bila ya, terus pantai group ini yaa. 

Wallahu'alam
Ahmad Sofyan Hadi
Penulis Buku Reset Hati Instal Pikiran

Download Free Ebook "Temukan Mentalblock melalui Analisa Tanda Tangan ''

http://guruahmadfauzi.behindsign.com

­čĆíKELAS AFIRMASI ONLINE
Dengan visi besar "Memutus Rantai Kekerasan dalam Rumah Tangga"

Posting Komentar untuk "Apa itu Afirmasi? "