Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Seberapa Bahagia pagi ini ?

sakalangkong.com
- untuk guru Indonesia. Pagi adalah saatnya memulai hari. Ibarat menggunting kain, maka pagi hari adalah guntingan pertama pada bagian tepi. Bila guntingannya salah, butuh energi untuk memperbaikinya.

Semikian pula kita di pagi ini, bila perasaan di pagi hari ini sudah tidak nyaman, pikiran pun tak fokus malah memikirkan pelampiasan. Tindakan jadi terprogram sesuai emosi dan pikiran tadi.

Maka ketika pagi hari sudah melakukan kesalahan, butuh energi untuk memperbaikinya yang artinya mengurangi kesempatan hidup mengerjakan hal produktif lainnya.

Mirip dengan kain yang digunting tadi, salah di awal artinya mengurangi jatah kain yang mungkin awalnya untuk membuat celana.

Ketika perasaan kita tak nyaman, pikiran mencari cara untuk menjadi nyaman. Mengakses berbagai informasi yang pernah disimpan "cara menjadi nyaman".

Akhirnya tergantung rekaman dari kebiasaan yang sudah dibentuk, kode "cara menjadi nyaman" tak jauh-jauh dari kebiasaan itu. Bisa berarti tidur lebih panjang, merokok sambil buka-buka medsos, atau nonton tv sambil minum teh manis hangat.

Tak sadar mengurangi jatah waktu untuk produktif.

Beda saat hati bahagia, pikiran pun melesat mencari cara untuk semakin produktif, bahkan tertantang melakukan hal-hal baru.

Bisa berarti olah raga, baca buku, atau membersihkan halaman. Sehingga hati semakin antusias dan pikiran semakin fresh sebab menerima gagasan-gagasan baru.

Maka pagi hari, Anda sudah memiliki bahan bakar berupa rasa antusias serta gagasan baru untuk menghasilkan sesuatu. Tindakan selanjutnya semakin tertata sesuai goals yang ingin dicapai. Hari ini lebih baik dari kemarin.

Semua berawal dari rasa bahagia.

Lalu bagaimana agar pagi hari otomatis bahagia? Ternyata momen pagi hari pun mesti disiapkan agar saat dialami, otomatis merasa bahagia.

Artinya kedatangan pagi hari mesti disambut dengan serangkaian persiapan, agar bisa dilalui dengan benar dan menjadi kebaikan.

Sambutan itu diawali dari sebelum pagi datang, tepatnya dini hari sekitar pukul 03 pagi. Selain ibadah bagi muslim, juga lakukan terapi diri untuk melepaskan semua beban emosi yang pernah disimpan.

Sebab di waktu itu, pikiran bawah sadar masih sangat kuat sehingga bisa mengakses pengalaman negatif yang sudah terkubur lama.

Caranya, mulai dengan membayangkan diri sendiri dan ucapkan aku mengasihimu, aku menyesal, maafkan aku, terima kasih. Anda bisa menambahkan dengan istighfar.

Setelah itu, bayangkan tiap organ tubuh (jantung, paru-paru, ginjal, lambung, otak, alat reproduksi) dan lakukan hal yang sama. Lakukan sampai Anda benar-benar merasa lega.

Kemudian, bayangkan impian Anda sambil berucap berulang kali, Alhamdulilah atau Puji Tuhan. Bayangkan sudah dialami atau sudah terjadi.

Bila merasa tidak nyaman, bayangkan goalsnya dan ucapkan aku mengasihimu, aku menyesal, maafkan aku, terima kasih.

Lakukan sampai merasa nyaman dan damai.

Maka pagi hari, Anda sudah merasa lega, lapang, serta damai. Selanjutnya seperti biasa, tulis 5-10 hal yang Anda syukuri.

Anda otomatis merasa sangat beruntung, merasa sangat berlimpah, serta dicintai Tuhan. Otomatis bahagia.


Wallahu'alam
Ahmad Sofyan Hadi
*************************

*Dapatkan Paket Belajar Gratis Kelas Afirmasi Online:*
📂Kuliah zoom "Membongkar Rahasia Diri Melalui Goresan Tanda Tangan" setiap pekan di hari Ahad.
📂Ebook "Menemukan Mental Block Melalui Analisis Tanda Tangan"
📂Audio Materi Kelas Afirmasi
📂Artikel Inspirasi dari Kelas Afirmasi

Pendaftaran silahkan klik 

🏡KELAS AFIRMASI ONLINE
Dengan visi besar "Memutus Rantai Kekerasan dalam Rumah Tangga"

Posting Komentar untuk "Seberapa Bahagia pagi ini ?"