Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

BERSYUKUR ITU BUKAN SEKEDAR KEWAJIBAN SAJA

Kita sudah belajar bahwa 3 bahasa pikiran begitu vital, yaitu imajinasi, emosi, dan ucapan.

Artinya kita sepakat untuk selalu mengkondisikan 3 bahasa pikiran agar senantiasa memvibrasikan hal baik, salah satunya dengan BERSYUKUR.

Bersyukur artinya kita mengimajinasikan hal yang disyukuri, misal nafas yang terhirup dan terhembus dengan lapang, lega, serta leluasa.

Lalu perasaan pun bahagia. Terakhir, ucapan mengatakan "Alhamdulillah ya Allah atas nafas yang senantiasa menghirup dan menghembuskan dengan lega, semata-mata atas kehendakMu." 

Semakin bahagia bukan?

Dengan kata lain, saat kita menulis atau mengucapkan konten syukur, mesti dari pengalaman sendiri agar mudah untuk dirasakan kembali rasa bahagianya.

Contoh, 

"Terima kasih ya Allah atas nikmat penglihatan karenanya hamba bisa melihat aneka bentuk dan beragam warna. Alhamdulillah."

Sekedar melihat saja, ketika disebutkan seperti diatas, maka hati menjadi bahagia, luar biasa merasa beruntung bukan? 

Tapi saya akui, bisa jadi ada lintasan pikiran negatif yang berbisik, "gitu doang, semua orang juga bisa kali!"

Tak perlu dilawan pikiran itu, biarkan. Tapi kita akan membuatnya (pikiran negatif) "tak berkutik".

Caranya adalah dengan YES-SET.

Yaitu 3 kali pernyataan yang benar dan 1 kali penegasan/kalimat sugesti.

Contoh, 

Terima kasih ya Allah atas kemampuan melihat ini, hamba bisa membedakan warna, jarak, dan rupa. 
(Yes 1)

Pun untuk nafas yang terhirup dan terhembus dengan leluasa, hamba semakin sehat dan berdaya.
(Yes 2)

Terima kasih juga untuk jantung yang senantiasa berdetak sepanjang waktu, mendorong darah mengalirkan nutrisi dan kebaikan, semata-mata karena kuasaMu.
(Yes 3)

Hamba merasa bahagia, sangat bahagia. Alhamdulillah ya Allah atas segala cinta dan penjagaanMu untukku.
(Penegasan/sugesti)

Perhatikan, dengan cara diatas tidak ada lintasan pikiran negatif bukan?

Sekarang bagaimana kalau kita melihat anak dari sudut syukur?

Apa yang Anda syukuri dari anak?

Mari kita buat contohnya ya:

Ya Allah, terima kasih anak saya sudah tumbuh semakin besar.

Dia bisa berjalan, kakinya tumbuh kuat dan sempurna.

Dia bisa bicara, mendengar dengan baik, merekam dengan baik, lalu berbicara dengan normal.

Hamba bahagia dengan pertumbuhan dan perkembangan anak hamba ya Allah, terima kasih atas segala cinta dan kasih sayangMu untuk kami ya Allah. Alhamdulillah...

Perhatikan, hal yang disyukuri adalah hal yang memang sudah terjadi dan demikian adanya. 

Kita sebutkan lalu ucapkan rasa terima kasih sehingga tak sadar membuat pikiran fokus memikirkan hal baik lalu perasaan pun bahagia.

Jadi melihat/ingat anak "bawaannya" bahagia.

Rasa bahagia berkumpul dengan seluruh sumber daya yang membuat bahagia lagi. Menarik bukan?

Pertanyaannya, bagaimana kalau kita konsisten bersyukur setiap hari sepanjang tahun dengan mudah?

Perubahan hidup apa yang bisa kita alami?

Wallahu'alam
Ahmad Sofyan Hadi

*Dapatkan Paket Belajar Gratis Kelas Afirmasi Online:*

📂Kuliah zoom "Membongkar Rahasia Diri Melalui Goresan Tanda Tangan" setiap pekan di hari Ahad.

📂Ebook "Menemukan Mental Block Melalui Analisis Tanda Tangan"

📂Audio Materi Kelas Afirmasi

📂Artikel Inspirasi dari Kelas Afirmasi


Pendaftaran silahkan klik

http://guruahmadfauzi.behindsign.com

*🏡KELAS AFIRMASI ONLINE*

Dengan visi besar "Memutus Rantai Kekerasan dalam Rumah Tangga"

Posting Komentar untuk "BERSYUKUR ITU BUKAN SEKEDAR KEWAJIBAN SAJA"