Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Melepas Beban Hidup Untuk Berlari Kencang

Sakalangkong.com - Afirnasi. Kita semua setuju bahwa melepas beban adalah syarat bisa berlari cepat. Bukan hanya beban di pundak, bahkan beban di kaki pun diminimalisasi, sampai ada sepatu khusus lari.

Ilustrasi ini mirip dengan kita yang ingin bergerak cepat mewujudkan impian. Perjalanan menuju income Rp 100 juta per bulan dalam 5 tahun, tentu berbeda dengan perjalanan bila ingin mencapainya dalam 5 bulan.

Semakin singkat waktu yang kita tetapkan, artinya semakin cepat kita berlari, semakin mensyaratkan melepas beban sekalipun di bagian kaki.

Pikiran perlu fokus kepada goals, dipenuhi imajinasi "apa yang perlu saya lakukan agar mencapai income Rp 100 juta per bulan dalam 5 bulan dengan mudah dan menyenangkan?"

Kenyataannya kita belum berhasil fokus ke satu titik, belum fokus ke pertanyaan diatas. Ada saja pikiran lain yang membelokkan perhatian kita.

Sebutlah anak yang suka main game, sulit diajak shalat, atau dianggap melawan. Atau pasangan yang dianggap tidak mendukung, bahkan menghalangi karena menganggap tak masuk akal dengan apa yang kita kerjakan.

Dijamin, ini membuat perjalanan kita semakin lama.

Belum lagi pikiran negatif tentang diri sendiri, terutama saat membandingkan dengan kehidupan orang. Rasanya sudah kalah, inferior, atau merasa tak layak.

Pikiran ini pun semakin menambah panjang perjalanan. Sebab itu semua adalah beban yang memperlambat laju kita.

Lalu bagaimana mengatasinya? 

Teman-teman semua, tak peduli seberapa keras Anda mencoba, seberapa ngotot Anda berusaha, bila beban tak dilepas, hasilnya hanya lelah saja. 

Sebab imajinasi kaya berlimpah di satu sisi, seringkali kalah oleh imajinasi masalah hidup. Apalagi, masalah hidup seolah di depan hidung, sedangkan imajinasi keberlimpahan nanti entah kapan.

Maka melepas beban itu diawali dengan membersihkan pikiran dari masalah hidup masa lalu, menerima takdir yang sudah terjadi, memaafkan diri sendiri, serta memilih bahagia sekarang.

Itu sebabnya, perjalanan menuju keberlimpahan diawali dengan menjadi ikhlas dengan masa lalu, menerima diri apa adanya, serta memasrahkan masa depan.

Sehingga kita bisa fokus pada amal terbaik hari ini.

Menjadi ikhlas dengan masa lalu artinya membayangkan kembali peristiwa masa lalu yang dianggap "tidak menyenangkan" lalu mengucapkan istighfar sampai lega, lanjut dengan shalawat sampai lega.

Atau bisa juga dengan mengucapkan "aku mengasihimu, aku menyesal, maafkan aku, terima kasih." Dimana mu-nya jangan dianalisa ditujukan ke siapa, sebab pikiran tahu untuk siapa.

Bisa jadi, proses ini panjang sebab terlalu banyak masa lalu yang dianggap negatif, tapi inilah alasan kenapa hidup kita lambat: terlalu banyak beban sementara goals ingin terwujud cepat.

Jadi, nikmatilah proses ini, luangkan waktu lebih banyak untuk melepas beban ini, 4 jam atau bahkan lebih setiap hari.

Sebab kerja keras dengan membawa beban, hasilnya tak seberapa. Lebih baik kerja bahagia walau hanya sebentar, hasilnya bisa luar biasa.

Wallahu'alam
Ahmad Sofyan Hadi
Penulis Buku Reset Hati Instal Pikiran

Download Free Ebook "Temukan Mentalblock melalui Analisa Tanda Tangan ''

http://guruahmadfauzi.behindsign.com

­čĆíKELAS AFIRMASI ONLINE
Dengan visi besar "Memutus Rantai Kekerasan dalam Rumah Tangga"

Posting Komentar untuk "Melepas Beban Hidup Untuk Berlari Kencang"