Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Membohongi Hati Nurani

Pernah gak mendapatkan berita buruk yang sangat mengagetkan? Biasanya, hati langsung DEG! Semacam getaran dari jantung yang menegaskan berita itu benar-benar "mengagetkan hati".

Kita membahas getaran jantung.

Selain detak yang normal yang menghasilkan vibrasi normal serta getaran tiba-tiba seperti DEG tadi, jantung juga punya getaran yang sangat halus.

Lebih spesifik saya bahas pada saat berbohong pada diri sendiri, dimana getaran jantung lebih halus dari DEG tadi tapi seolah keluar dari seluruh permukaan kulit.

Orang bilang merinding atau berdesir.

Intinya ada vibrasi halus yang keluar dari permukaan kulit, sekali lagi terutama saat berbohong pada diri sendiri.

Coba saja Anda berkata, "hari ini saya kaya raya melebihi Nabi Sulaeman AS."

Silahkan rasakan RASANYA. Ada getaran kah? 

Bisa jadi tidak ada, sebab kalimat itu tidak berasal dari diri sendiri, melainkan dari saya melalui tulisan. Tapi coba rasakan jawaban berikut ini:

1) Apa kabar hari ini?
2) Apakah Anda bahagia?
3) Seberapa bahagia Anda dengan pencapaian diri sendiri?

Rasakan, bila jawaban no 3 tidak benar-benar yang Anda rasakan maka ada getaran halus dari permukaan kulit.

Getaran halus itu akibat benturan, membenturkan perasaan di dalam dengan jawaban yang didengar telinga sendiri.

Ini mirip Anda mendapatkan fitnah, merasa dituduh, maka ada getaran halus sebagai reaksi tubuh menolak tuduhan atau fitnah itu. Semakin besar fitnahnya, tubuh Anda bisa bergetar semakin hebat.

Hakikatnya ini karena getaran dari jantung.

Jadi jantung selalu mewakili perasaan kita. 

Buktinya, saat kita mengatakan kebenaran ke diri sendiri, hati langsung NYESS rasanya tenang dan damai, tidak ada penolakan, tidak ada getaran.

Misal, 

Alhamdulillah pagi ini saya masih bisa melihat.
Saya senang bisa membaca dan memahami tulisan.
Saya semakin bahagia mendapatkan ilmu dari tulisan ini.
Saya bersyukur diberi kecerdasan dan hidayah, bukti Allah menyayangi saya.
Alhamdulillah.

NYESS kan? 

Nah kembali ke getaran penolakan tadi yang berarti menghasilkan vibrasi penolakan ke masa depan. Maka perlu hati-hati dengan ucapan yang membohongi diri sendiri.

Apakah Anda bahagia?
Apakah Anda sudah memaafkan pasangan?

Silahkan rasakan jawaban Anda, kalau ada getaran penolakan artinya ada kebohongan pada diri sendiri.

Lebih dari sekedar vibrasi, berbohong pada diri sendiri atau hati nurani sendiri menimbulkan konflik batin, terus menerus menciptakan getaran penolakan.

Terus menerus menciptakan vibrasi negatif.

Seberapa puas Anda dengan diri sendiri?
Seberapa menerima Anda terhadap masa lalu diri sendiri?
Seberapa menerima Anda terhadap sikap pasangan, anak, atau orang tua di masa lalu?

Jawab jujur ya atau... 

Mau sampai kapan memvibrasikan penolakan ke semesta?

DEG!

Ahmad Sofyan Hadi

Posting Komentar untuk "Membohongi Hati Nurani"