Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Bagaimana Cara Mewujudkan Imajinasi ?

Bagaimana Cara Mewujudkan Imajinasi?

t.me/KelasAfirmasiOnlinet.me/KelasAfirmasiOnline

Kita bahas imajinasi dulu ya.

Imajinasi artinya gambaran di pikiran. Artinya selama bisa digambarkan di pikiran, itulah imajinasi.

Imajinasi ada persamaan dengan khayalan, sama-sama gambar yang  berada dalam pikiran. Tidak ada batas untuk berimajinasi atau mengkhayal, sepanjang bisa digambarkan pikiran, maka sah-sah saja berimajinasi.

Superhero yang kita tonton di televisi adalah hasil imajinasi. Pun penyerangan robot dari luar angkasa/Transformers pun hasil imajinasi atau khayalan.

Bisakah masak nasi di kamar tidur tanpa asap? Tahun 70an sampai 80an, bagi warga kampung yang terbiasa pakai tungku kayu bakar, hal itu mustahil, hanya sebuah khayalan.

Sebab asap pembakaran kayu bisa mengotori tempat tidur dan seisi kamar. Belum lagi arang dan debunya, membuat sprei dan bantal kotor.

Tapi sekarang, memasak tinggal colok ke listrik bisa dilakukan di ruangan mana saja termasuk kamar tidur. Bukan lagi khayalan.

Sampai disini, bisa jadi hal mustahil sekarang akan menjadi lumrah kelak. Termasuk besaran income yang bisa Anda dapatkan tanpa bekerja keluar rumah.

Dimana sekarang sebagian merasa mustahil bisa menghasilkan income ratusan juta dari rumah, masih percaya berkerja ke orang lain sebagai sumber income. Kelak, bisa jadi dianggap biasa.

Maka sebenarnya, imajinasi itu memang menggambarkan masa depan. Meski hari ini sedang tidak baik-baik saja, tapi berimajinasi bahagia dan berlimpah artinya menggambarkan kelak hidup seperti itu.

Meski, batasan "kelak" ini tidak jelas. Bisa beberapa tahun yang akan datang, beberapa bulan yang akan datang, beberapa hari yang akan datang, atau malah beberapa jam bahkan detik yang akan datang.

Saran saya, terus saja berimajinasi meski detik ini dianggap mustahil, sebab di masa depan, bisa jadi hal itu mungkin dan wajar.

Apakah Setiap Imajinasi Pasti Terwujud?

Sebenarnya IYA.

Adapun ketika tidak terwujud, sebenarnya terwujud tapi imajinasi lain. Jadi di pikiran itu banyak sekali gambar "berseliweran" sebanyak mata melihat, telinga mendengar, hidung mencium, kulit menyentuh, tangan kaki bergerak.

Anggaplah pikiran sebuah muara sungai dimana panca indera adalah anak-anak sungai. Bisa jadi, mata sering dan telinga kompak menonton film tentang penderitaan hidup.

Maka imajinasi pikiran penuh dengan gambar penderitaan. Lalu ia bekerja untuk mendapatkan uang yang ujung-ujungnya agar bahagia.

Tapi gambar bahagia sangat sedikit di pikiran, sewaktu-waktu muncul lalu hilang lagi, tenggelam oleh gambar penderitaan hidup dari tontonan film.

Maka yang terwujud adalah penderitaan hidup, bisa sakit yang tak kunjung sembuh, hutang tak terbayar, kehilangan uang, konflik dalam rumah tangga, atau dikhianati.

Jadi bila mau mewujudkan kebahagiaan, mesti melihat, mendengar, mencium, melakukan hal-hal yang membahagiakan sehingga gambar itu di pikiran sangat dominan.

Itu sebabnya orang yang memendam emosi negatif, tak bisa bahagia. Sebab imajinasinya penuh dengan gambaran kenegatifan selaras dengan perasaan yang dipendam.

Tapi ketika dia memaafkan, ridho, lalu memilih bahagia, maka ada saja kebahagiaan yang ia dapatkan. Mendapatkan kiriman makanan lah, pembayaran klien dilebihkan lah, piutang dibayar lah, atau sembuh dari penyakit.

Ada saja alasan untuk bahagia.

Semoga paham ya 😊🙏

Bersambung

Ahmad Sofyan Hadi
Penulis Buku Reset Hati Instal Pikiran & Workbook 20 Hari Membuka Rezeki

Download Ebook + Video
Memprogram Ulang Pikiran dengan Selftalk

👇👇👇👇👇👇👇

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari sakalangkong.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Guru Indonesia", caranya klik link https://t.me/guruindonesiagroup, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Posting Komentar untuk "Bagaimana Cara Mewujudkan Imajinasi ?"