Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Yuk Segera Keluar dari Penjara Pikiran


sakalangkong.com - Sebuah website bermodal semangat untuk mengumpulkan yang tercecer menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk kemajuan pendidikan Indonesia.

sakalangkong.com menyampaikan banyak terimakasih (sakalangkong) kepada guru-guru Indonesia yang tanpa kenal lelah mengabdi untuk negeri. Semoga menjadi amal ibadah yang diterima disisi Allah SWT. Aamin.

Sebagai ungkapan rasa syukur sakalangkong.com akan berbagi artikel afirmasi berjudul "Keluar dari Penjara Pikiran". Selamat membaca ya !

Banyak diantara kita yang terpenjara dalam pikiran sendiri, merasa tak bisa kemana-kemana alias mentok, padahal tubuh sehat dan bebas bergerak kemana mau.

Tapi ya itu, pikiran tidak punya gagasan selain merasa ada "tembok besar nan tebal" yang menghalangi pandangan dan menahan langkah kaki.

"Ya Allah aku harus bagaimana lagi?"

Paling itulah satu-satunya kalimat paling positif yang bisa diucapkan, menghindari kalimat putus asa dan menyalahkan Allah.

Pernah mengalami itu? 

Sebenarnya kalau ingin lepas dari penjara pikiran, kalau butuh cahaya yang menerangi sehingga bisa melihat banyak kemungkinan, satu-satunya cara adalah KESADARAN bahwa "O⁸k, saya sedang dalam penjara pikiran."

Jadi pikiran itu adalah bank data super besar. Maksudnya begini, anggaplah sebuah handphone dengan RAM 16 G lalu memori 1T, tentunya handphone itu ngebutnya bukan main.

Apa yang diklik langsung menuju ke layar itu tanpa lag atau delay sama sekali, lalu saat butuh video tahun lalu yang disimpan pun tinggal buka gallery lalu searching video yang dimaksud.

Nyaman kan? 

Nah pikiran kita lebih canggih dari HP dengan RAM dan memori terbesar sekali pun sehingga ia bisa memgeluarkan memori yang diinginkan atau menjalankan program yang diperintahkan.

Salahnya, saat si pemilik memerintahkan pikiran untuk mengunci dirinya sendiri, maka ia pun terpenjara dalam pikirannya. 

Sekali lagi, satu-satunya cara untuk melepas dari penjara pikiran adalah sadar dulu bahwa program yang dipilih adalah MODE mengunci diri sendiri, lalu buka. Semudah itu.

Selanjutnya kenali perintah yang mengunci diri sendiri itu agar di kemudian hari tidak berulang. Program yang mengunci pikiran itu ternyata dari pertanyaan semacam ini:

Kenapa sih hidupku terpuruk?
Kenapa sih usahaku gagal terus?
Kenapa sih aku selalu disakiti?

Mungkin maksud pertanyaan itu untuk mengevaluasi, tapi kenyataannya pikiran mengeluarkan semua memori baik dari pengalaman sendiri, maupun dari tontonan, bacaan, lagu yang didengar, atau obrolan/nasehat orang lain yang dianggap berhubungan dengan "sebab terpuruk/gagal/disakiti".

Contoh, pikiran menjawab, "namanya hidup kadang diatas kadang dibawah, mungkin kamu lagi saatnya di bawah" atau jawaban sejenis ini.

Apa pun jawaban itu, kemungkinan besar akan menjadi sugesti lalu pikiran terkunci dengan sugesti itu, menjalankan program "karena sedang di bawah, maka hidupku terpuruk." 

Kenyataannya pertanyaan ke diri sendiri tak langsung menemukan jawaban yang dianggap benar, bisa saja melalui dialog panjang. Misalnya begini: 

Kenapa sih aku selalu disakiti?

Mau gak disakiti gimana, lha banyak yang benci kamu!

Trus kenapa mereka benci aku, salah aku apa?

Mereka tuh iri, sebab kamu cantik, putih, pokoknya sempurna deh!

Emang salah gitu kalau aku cantik dan putih?

Aduuh, kayak gak ngerti aja. Orang tuh ya kalau sudah iri jadinya cari-cari kesalahan. Ngerti?

Kalimat terakhir ini jadi sugesti lalu mengunci menjalankan program "karena aku cantik dan putih, maka orang iri dan mereka menyakitiku."

Sekali lagi, sadarlah bahwa ini PENJARA PIKIRAN.

Lalu keluarnya bagaimana? 

Fokus ke MAUNYA APA bukan fokus ke masalahnya apa. Ubah pertanyaan "kenapa + masalah" menjadi "apa yang perlu saya lakukan + solusi".

Contoh:

Apa yang perlu saya lakukan agar hidup bahagia dan diridhoi Allah? 

Maka pikiran pun membuka dirinya, mengakses memori yang berkorelasi dengan "bahagia diridhoi" bisa saja nanti muncul gagasan untuk mencari kata itu di youtube atau google sehingga banyak informasi yang bisa dipelajari.

Ini pernah terjadi, seseorang bertanya "apa yang perlu dilakukan agar masalahku selesai?" lalu dia terfikir "kamu perlu diterapi" sehingga ia mengetik kata "terapi pikiran bawah sadar" di youtube dan setelah pencarian yang panjang ketemulah dengan youtube Ahmad Sofyan Hadi plus channel Kelas Afirmasi Online.

Sekarang hidupnya sudah jauh berubah, berawal dari pertanyaan: 
 
Apa yang perlu aku lakukan agar....

Wallahu'alam
Ahmad Sofyan Hadi
Penulis buku Reset Hati Instal Pikiran.


Download Free Ebook "Temukan Mentalblock melalui Analisa Tanda Tangan ''


­čĆíKELAS AFIRMASI ONLINE
Dengan visi besar "Memutus Rantai Kekerasan dalam Rumah Tangga"

Posting Komentar untuk "Yuk Segera Keluar dari Penjara Pikiran"