Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

PASRAH BUKAN PUTUS ASA

sakalangkong.com
 - Sebuah website bermodal semangat untuk mengumpulkan yang tercecer menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk kemajuan pendidikan Indonesia.

sakalangkong.com menyampaikan banyak terimakasih (sakalangkong) kepada guru-guru Indonesia yang tanpa kenal lelah mengabdi untuk negeri. Semoga menjadi amal ibadah yang diterima disisi Allah SWT. Aamin.

Sebagai ungkapan rasa syukur sakalangkong.com akan berbagi artikel afirmasi berjudul "pasrah bukan putus asa". Selamat membaca ya !

Pasrah itu bukanlah putus asa, beda. Sama bedanya antara kenangan masa lalu dan harapan masa depan. 

Walau pun saya tahu, ada orang yang mengatakan pasrah tapi sebenarnya putus asa, sama seperti mengaku mau fokus ke harapan padahal terpenjara oleh kenangan.

Sebelum membahas apa bedanya, kita mesti kenal dulu sosok yang pasrah dalam kehidupan nyata agar  ada kriteria yang jelas dan saya mengajak Anda ke Mesir beribu-ribu tahun yang lalu.

Ibunda Musa AS menghanyutkan anaknya yang baru lahir ke Sungai Nil, itu bukan karena putus asa. Tapi pasrah kepada Allah SWT. 

Tapi tidak serta merta pasrah, melainkan sudah percaya kepadaNya sebab sudah kenal akibat sering interaksi denganNya.

Ini mirip dua tetangga, bila sering interaksi maka menjadi saling mengenal dan percaya, lama-lama berani saling menitipkan harta paling berharga sekali pun. Saya pernah menitipkan anak-anak ke tetangga.

Jadi pondasi pasrah itu adalah percaya, percaya karena kenal. Kalau tidak kenal maka tak percaya, kalau tidak percaya, tidak ada kepasrahan. Setuju? 

Makanya kalau orang sudah pasrah, ia tenang. Bila belum tenang, artinya belum percaya yang kalau dirunut ke belakang, artinya memang kurang interaksi, akibatnya gak kenal.

Gak kenal dengan sifat Allah, maka saat memilih pasrah masih saja kepikiran alias khawatir. Saran saya dekati Allah, banyak-banyak interaksi denganNya, banyak-banyak belajar atau mengkaji ayat-ayatNya.

Kebanyakan orang -dan ini bukan Anda tentunya- memilih pasrah saat sudah ada masalah tapi lupa gak kenalan dulu, gak pernah dekat dulu, gak pernah mengkaji ayat-ayatNya.

Sehingga dalam pasrah pun hati gelisah, merasa curiga, merasa ketakutan. Ngakunya sih menyerahkan semua urusan kepada Allah tapi saat sesuatu terjadi diluar harapan marahnya bukan main lalu mulailah menghakimi Allah.

Sekali lagi, ini bukan Anda.

Saran saya, mumpung belum ada masalah, mulailah dekat denganNya, kaji ayat-ayatNya sehingga Anda kenal. Lalu merasa dekat, merasa erat dan saat ada masalah, tinggal menyerahkan kepadaNya, asik kan? 

Wallahu'alam
Ahmad Sofyan Hadi
Penulis Buku Reset Hati Instal Pikiran

Download Free Ebook "Temukan Mentalblock melalui Analisa Tanda Tangan ''


­čĆíKELAS AFIRMASI ONLINE
Dengan visi besar "Memutus Rantai Kekerasan dalam Rumah Tangga"

Posting Komentar untuk "PASRAH BUKAN PUTUS ASA"