Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Jangan Berhenti Mencoba Untuk Menulis


sakalangkong.com - Untuk Guru Indonesia. Sebuah website bermodal semangat untuk mengumpulkan yang tercecer menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk kemajuan pendidikan Indonesia.

sakalangkong.com menyampaikan terimakasih (sakalangkong) kepada guru-guru Indonesia yang tanpa kenal lelah mengabdi untuk negeri. Semoga menjadi amal ibadah yang diterima disisi Allah SWT. Aamin. 

Sebagai ungkapan rasa syukur sakalangkong.com akan berbagi sebuah artikel tentang  Jangan berhenti Mencoba untuk menulis. Semoga bermanfaat !

Kemarin mengikuti pelatihan kepenulisan semangat didada menggebu-gebu untuk segera memiliki tulisan. Semua ide dikumpulin. Semua referensi dibongkar untuk jadi rujukan. Dan tak ketinggalan camilanpun dibeli sebagai teman saat menulis nanti. 

Telinga juga mulai disumbat agar tak lagi mendengar cibiran dari kawan-kawan yang memang tahu kalau aku belum bisa menulis. Paling-paling hanya bisa menulis WA itupun masih nyampur dengan stiker. 

Jadwalpun mulai dirancang. Di pilih waktu yang tepat untuk menulis. Yang sekiranya tidak mengganggu saat proses penulisan dimulai.

Kutekadkan dalam hati bahwa aku harus bisa membuat tulisan. Walau tak seindah penulis novel, tak sebagus tulisan artikel populer. Aku yakin bisa menulis. 

Malam ini, aku setting kamar tengah untuk bisa kondisif. Jauh dari jangkauan anak-anak. Terlindungi dari suara anak2 yang sedang main petak umpet diruang tamu. 

Aku hidupkan laptop yang disampingnya terdapat secangkir kopi sebagai teman  menulis malam ini. 

Laptop sudah menyala. Sengaja aku pilih aplikasi online agar tersimpan otomatis. Karena aku suka lupa menekan tombol save saat menggunakan aplikasi offline. 

Aku mulai mencet tombol-tombol keyboard untuk membuat judul tulisanku. Berulang aku ketik berulang kali aku hapus. Sampai beberapa kali. Otakku seakan buntu dan menilai judul yang aku buat kurang bagus. Selalu begitu. 

Aku ulangi membuat judul sambil di mulutku mengunyah camilan yang disediakan istri. Tak lupa kopi diseruput untuk mengusir kantuk yang mulai datang. 

Setelah satu jam lamanya berkutat dengan judul. Akhirnya sebuah judul sederhana aku buat dari sisa-sisa kalimat yang ratusan kali aku hapus. Judul itu *"jangan berhenti mencoba untuk menulis".*

Satu jam membuat judul. Lalu tulisannya  akan memakan waktu berapa lama? Pikiran Itu yang mulai hinggap dalam pikiranku. 

Aku coba membuat outline tulisan dengan judul tersebut sesuai petunjuk saat pelatihan. Katanya tanpa outline tulisan kita akan menjadi liar tanpa arah tak berujung. 

Lagi2 aku dihadapkan pada pilihan pemikiran bahwa apa yang aku tulis tampak tidak bagus. Datar-datar saja. Tak menarik. Tiga hal ini yang berkecamuk dalam otakku saat berulang kali membaca outline yang aku buat, menimbang dan menilai tulisanku sendiri. 

Setelah 2 jam lamanya hanya menghasilkan judul, aku mulai gelisah dan khawatir yang mengkandaskan semangat untuk menulis. Kenapa tanganku tak terampil menulis saat ide menumpuk diotakku. Seakan ide itu saling berkompetisi untuk dipilih menjadi tulisan pertamaku.

Lamunanku buyar saat ada notifikasi WA di group sekolah. Saat aku buka dan baca ternyata deadline SKP malam ini terakhir untuk di upload. 

Kandas sudah tulisan pertamaku. Aku pilih mengerjakan SKP ketimbang melanjutkan tulisanku. Aku pikir  tulisanku bisa dilanjutkan dilain waktu dan kesempatan yang lebih baik. Mencoba menghibur diri. 

Tulisanku memang gagal aku buat, namun banyak hikmah aku peroleh dimana saat diri berperang dengan egoisme pikiran maka jangan dilawan tapi kelola dengan matang. Jangan paksakan. Ikuti alur saja. 

Walau belum ada narasi tulisan yang aku hasilkan, namun judul yang aku buat malam ini akan menjadi cambuk bahwa memang kita tak boleh berhenti mencoba menulis walau hanya sekedar menulis judul saja. 

Yuk semangat menulis.

Posting Komentar untuk "Jangan Berhenti Mencoba Untuk Menulis"