Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Dangdut di Rumah Tetangga

Dangdut di Rumah Tetangga

Pagi ini anak ayam terpisah dari rombongan induknya, ia ciap-ciap mencari kesana kemari sesekali mematuk sesuatu di tanah. Suaranya tenggelam oleh dangdut di rumah sebelah. Tapi masih terdengar agak melengking sesekali.

Suara burung di atas pohon seperti biasa mulai nyaring, seolah tak terpengaruh suara dangdut yang sejak pagi hingar bingar.

Seringkali apa yang kita sebut damai adalah seperti apa yang dilakukan burung itu, kita tak terpengaruh. Memilih terus bergerak sesuai tujuan hidup kita.

Tentu saja burung tak mengerti dengan suara dangdut dan karenanya abai. Sementara kita memahami sikap dan ucap orang sekitar, sehingga kadang terpengaruh bahkan terseret arus oleh mereka.

Itulah tantangannya.

Almarhumah ibu saya pernah menasehati saat saya masih kecil, "anggaplah radio butut. Dibuang sayang diperbaiki tidak bisa. Biarkan dia berbunyi terus tanpa kita kehendaki."

Sejak saat itu saya pun abai terhadap cemoohan saudara, memilih tidak peduli dan terus bergerak sesuai keinginan hati. Asal tidak mengganggu mereka.

Dipikir-pikir, hidup kita terlalu berharga untuk menanggapi atau merespon orang lain, apalagi sampai terseret arus emosi orang lain.

Ini konteksnya bila seperti tetangga yang menyetel dangdut, lebih baik fokus pada cita-cita sendiri. Seperti mengetik tulisan ini membagikan inspirasi.

Atau kepada orang yang mencemooh, mendebat lalu menyerang secara personal, sebaiknya fokus pada cita-cita sendiri. Abaikan dia.

Maka kecerdasan kita adalah saat mampu memilih mana yang mau diikuti atau ditinggalkan. Mana yang mau dimasukkan ke pikiran dan hati, mana yang mau dibuang.

Hanya orang cerdas yang mampu fokus ke impiannya, beradaptasi terhadap lingkungan untuk tetap mewujudkan impian.

Akhirnya suara anak ayam sudah hilang, ia menemukan induknya dan bergabung bersama yang lain. Konsisten terus ciap-ciap akhirnya menemukan apa yang ia cari.

Seperti kita, konsisten bergerak untuk sebuah cita-cita, akhirnya menemukan apa yang kita impikan.

Wallahu'alam.
Ahmad Sofyan Hadi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari sakalangkong.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Guru Indonesia", caranya klik link https://t.me/guruindonesiagroup, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Posting Komentar untuk "Dangdut di Rumah Tetangga"