Resep Bahagia : Jangan Banyak Mikir, Nanti Pusing

Sakalangkong.com - Selalu Menginspirasi Indonesis. Ada banyak buku motivasi yang bicara tentang ciri orang bahagia. Ada yang memberi daftar panjang dan ada yang menulis teori begitu rumit sampai rasanya untuk bahagia perlu skripsi dulu. Namun gambar anak-anak penuh lumpur yang tertawa lepas dalam pelukan debu itu seperti menertawakan seluruh teori tersebut. Mereka seperti berkata: “Bahagia itu sederhana, kenapa kalian bikin ribet?”

Mungkin memang begitu. Ciri orang bahagia bukan terletak pada apa yang dimiliki, tetapi pada kemampuan menikmati hari ini. Anak-anak itu tak menyesali masa lalu—bahkan mungkin mereka lupa apa yang terjadi dua jam yang lalu. Mereka juga tidak mengkhawatirkan masa depan—esok mungkin hanya berarti kesempatan bermain lagi. Yang mereka punya hanya detik ini, dan di detik itu mereka tertawa sekeras mungkin, seolah dunia adalah halaman luas tanpa batas.

Kita orang dewasa sering kehilangan kemampuan itu. Kita berjalan maju tetapi mata terus menoleh ke belakang, meratapi kesalahan, peluang yang hilang, dan peristiwa yang tak bisa diulang. Dan ketika kita menoleh ke depan, kita disambut oleh kecemasan, daftar target yang tak selesai, dan rasa takut akan kemungkinan buruk. Lalu kapan kita menikmati hari ini? Sering kali jawabannya: tidak pernah.

Padahal rahasia kebahagiaan sudah disebutkan begitu sederhana: tidak menyesali masa lalu, tidak mengkhawatirkan masa depan, dan menikmati hari ini. Tiga hal yang terdengar mudah, tetapi nyatanya menjadi tantangan terbesar manusia modern. Kita punya kalender, target, ambisi, tabungan, rencana, semuanya baik. Tapi jangan sampai kita lupa bahwa hidup tak hanya soal mengejar checklist. Hidup juga butuh jeda, tawa yang tulus, dan kemampuan merasakan saat ini sebagai hadiah, bukan hukuman.

Anak-anak itu tidak punya rencana keuangan, tidak punya target karier, dan tidak tahu apa itu overthinking. Namun entah bagaimana, mereka berhasil menjadi guru terbaik dalam urusan bahagia. Kita yang dewasa justru sering sibuk menjadi pengatur hidup, sampai akhirnya lupa menjalani hidup.

Bahagia bukan tujuan jauh di depan sana. Bahagia tidak menunggu saat semuanya sempurna. Bahagia hanya meminta satu hal: hadir sepenuhnya hari ini. Barangkali, untuk sesekali, kita perlu belajar dari tawa sederhana anak-anak itu—melepas beban masa lalu, menurunkan kecemasan masa depan, dan merayakan hari ini seperti hadiah paling mewah.

Mungkin, bahagia tidak pernah hilang. Kita saja yang terlalu serius mencarinya.

Posting Komentar untuk "Resep Bahagia : Jangan Banyak Mikir, Nanti Pusing"

Skillpedia